Cari

Tutup Iklan

Pengaduan Kampung

Depkolektor Yang Makin Meresahkan Masyarakat

Depkolektor Yang Makin Meresahkan Masyarakat

Depkolektor Yang Makin Meresahkan Masyarakat

antoni
Oleh antoni
16 Juni, 2017 03:07:13
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 784 Kali


KM-antoni, dissat sekarang ini dimana kebutuhan makin banyak, ekonomi juga semakin sulit, ada kalanya kita sebagai masyarakat pada umumnya pernah mengalami kesulitan financial, untuk mengatasi hal tersbut ada beberapa hal yang pernah kita lakukan untuk menanggulangi hal tersebut, diantaranya adalah minjam di bank, atau pegadaian atu mungkin di perusahaan sejenis dengan jaminan sertfikat tanah, rumah, kendaraan  dll, demi mendapatkan pinjaman uang yang kita butuhkan, itu pun pinjamannya pihak perusahaannya yang menentukan kita bisa minjam berapa, diangsurnya berapa kali, angsuran perbulannya berapa, semua itu pihak mereka yang menentukan, setelah kita sepakat, dengan hitungan 10 sampai 10 menit uang sudah bisa kita dapatkan dengan jaminan ditinggal.

            Ketika mendapatkan uang pinjaman, saat itu lah kita mulai berfikir bagaimana untuk mendapatkan uang ansuran tiap bulan yang memang cukup memberatkan kita, dan yang lebih parah lagi ketika kita terlambat melakukan angsuran, mereka tidak segan-segan untuk mencabut barang jaminan, bahkan dengan cara yang tidak sopan (kasar) sekalipun  bahkan bisa melakukan perampasan.      

            Pengalaman tidak mengenakkan pernah saya alami, pada suatu hari saya menjalani aktifitas seperti biasanya, yaitu menuju tempat aktifitas, ketika berangkat beraktifitas, semua berjalan dengan baik dan cukup nyaman seperti biasa, namun hal berbeda terjadi ketika saya pulang dari tempat aktifitas, ketika saya ditengah jalan mengendarai motor, ada sosok 2 orang laki-laki bertubuh agak besar berboncengan  menggunakan sepeda motor sport, saya dipepet dan hampir berseonggolan dan mencoba meminta saya untuk berhenti, namun karena saya merasa tidak mengenal mereka akhirnya saya terus memacu kendaraan saya dan merekapun mengejar, setelah beberapa meter saya tidak bisa menghindar lagi dan akhirnya saya pun berhenti karena mereka menghalangi motor saya, terjadilah adu argument dan akhirnya mereka berbuat kasar dengan memaksa mengambil konci motor saya dan tidak lama kemudian rekan mereka datang 3 orang sehingga mereka berjumlah 5 orang.

            Masih di pinggir jalan dengan argument masing masing namun motor saya di bawa oleh rekan mereka, saya sendiri tidak tahu motor tersebut dibawa kemana, sayapun dipaksa untuk ikut mereka namun saya selalu menolak. Dengan penolakan itu saya dipaksa untuk menandatangani surat serah terima kendaraan, dibawah tekanan mereka akhirnya saya terpaksa untuk tanda tangan.

      Dari pengalaman itu, saya mohon kepada penegak hukum atau yang berwenang untuk menindak keberadaan mereka jika keberadaan mereka sifatnya illegal, namun jika keberadaan mereka legal dimata hukum, maka mohon untuk dievaluasi. Terima kasih () -03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Artikel Populer

    30 Hari Terakhir
    Sepanjang Waktu

Komentar Terbanyak

    30 Hari Terakhir
    Sepanjang Waktu

image
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan